INILAH TANDA-TANDA KESEMBUHAN ATAU DIRECTION OF CURE (HEALING CRISIS) HERBAL

Dipublikasikan: 2 Agustus 2021

Pernahkah Anda ketika mengkonsumsi herbal mengalami efek yang tidak mengenakan setelah mengkonsumsi herbal?

Apakah itu efek yang normal atau itu merupakan efek samping atau itu yang dinamakan efek detoks atau efek healing crisis?

Dalam dunia farmasi sendiri, istilah healing crisis tidak dikenal, yang ada hanya efek samping atau efek yang tidak dikehendaki atau tidak diinginkan untuk tujuan terapi. Sehingga ketika reaksi tubuh yang muncul bukan respon terapi yang diinginkan, selain itu dianggap sebagai efek samping.

Namun di dalam komunitas herbalis, ada istilah detoks atau healing crisis atau istilah lainnya DOC (Direction of Cure), sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan efek terapi dengan herbal ketika berproses mengobati penyakit namun belum sampai ke tahap terapi yang dikehendaki.

Bahkan pendapat beberapa herbalis mengatakan bahwa apabila dosis herbal yang diberikan belum menimbulkan efek apapun, maka dianggap dosisnya perlu dinaikkan hingga muncul efek detoks atau efek healing crisis tadi.

Tentu hal ini sedikit berbeda dengan pengobatan obat kimia dimana dosis obat sudah pasti karena telah dilakukan uji klinis. Sehingga dosis pada kemasan merupakan dosis yang sudah tepat sesuai hasil penelitian klinisnya. Namun untuk herbal seringkali masyarakat telah menggunakan dosis sesuai dengan kemasannya, namun belum juga muncul efek terapi yang diinginkan, atau bahkan dosis pada kemasan menimbulkan efek yang tidak mengenakan. Sehingga para herbalis inisiatif untuk melakukan adjustment atau penyesuaian sesuai dengan respon terapi dari pasien atau konsumennya.

Hal ini mungkin dapat disebabkan karena jamu atau obat herbal sebagian besar belum mengalami uji klinis dan pendekatan dosis yang digunakan oleh para terapis dan formulator produk herbal berbeda-beda. Belum lagi faktor kualitas bahan baku herbal yang digunakan. Hal ini juga mempengaruhi khasiat herbal ketika di konsumsi masyarakat.

Apa itu Healing Crisis

Secara bahasa healing artinya penyembuhan dan crisis adalah keadaan berbahaya, keadaan genting, kemelut, atau dalam bahasa Indonesia krisis penyembuhan. Ada juga yang mengartikan sebagai “reaksi penyembuhan”

Dalam dunia farmasi istilah ini juga belum diperkenalkan, sehingga sulit juga memahami bahwa menjadi tambah sakit ketika minum herbal merupakan tanda-tanda reaksi kesembuhan.

Apakah Healing Crisis (Krisis Penyembuhan) benar-benar merupakan proses penyembuhan?

INILAH TANDA-TANDA KESEMBUHAN ATAU DIRECTION OF CURE (HEALING CRISIS) HERBAL - 1

Menururt dr. Medi Wirawan praktisi herbal yang fokus dengan konsep sehat dimana Beliau fokus mengenalkan konsep sehat dan bukan fokus mengobati orang sakit, menjelaskan bahwa healing crisis dan reaksi detoksifikasi itu merupakan ilmu food combining, memang bukan ilmu medis apalagi farmasi.

Kenapa HC atau DOC terjadi?

Dr Medi Mirawan menjelaskan bahwa pada saat timbunan sisa sampah dalam darah bertemu dengan unsur zat dominan basa (buah atau sayuran segar) dia akan berfungsi sebagai pembersih yang melakukan proses pembersihan (cleansing) secara holistic seperti blood cleansing dan colon cleansing. Proses holistic cleansing inilah yang sebenarnya sedang terjadi sehingga tiba tiba respon tubuh menjadi sebuah healing crisis. Beda proses cleansing antara orang sakit dan sehat adalah di aspek timbunan toksin dalam darah. Orang sakit biasanya hipertoksin dan produk alami apapun bentuk dan fungsinya apakah sayur dan buah segar, jus peras, sari buah, ekstrak herbal maupun sediaan herbal seperti kapsul ,madu herbal, serbuk instan atau teh herbal bekerja membuang toksin tersebut ini yang namanya healing crisis. Bila orang tampak sehat dengan moderate toksin atau jumlah toksin dalam tubuhnya sedang, maka, reaksi healing crisis-nya tidak begitu dramatis. Namun sebaliknya apabila orang sedang sakit dengan banyak toksin didalam tubuhnya, maka produk herbal alami yang dikonsumsinya kemungkinan akan menimbulkan healing crisis yang dramatis dan tidak mengenakan. Jadi sifat herbal yang basa saat dikonsumsi rutin tahap pertama pasti akan melakukan proses cleansing (=HC),  setelah sel bersih baru asupan herbal utk memberi nutrisi sel, dan setelah nutrisi sel tercukupi baru sel akan melakukan regenerasi. Ini tahap siklus sel secara alami untuk mencapai tahap sehat dan tidak instan. Healing crisis itu proses pembuangan toksin dari sel dan darah. Semakin banyak toksinnya (sakit parah) maka semakin lama proses healing crisis-nya, demikian juga semakin banyak toksin dalam tubuh dan semakin banyak produk herbal yang dikonsumsi akan semakin dramatis proses healing crisis-nya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, kita akhirnya dapat memahami bawah orang yang keliatan sehat pun ketika mengkonsumsi herbal sangat mungkin terjadi healing crisis berupa efek yang tidak mengenakkan ketika dosis herbalnya telah mencukupi, hanya saja mungkin reaksinya tidak terlalu dirasakan atau tidak dramatis. Berbeda bila orang yang sakit komplikasi dan banyak toksin dalam tubuh, kemudian dipaparkan dengan herbal-herbal yang bersifat basa, maka akan terjadi proses detoks dengan healing crisis yang kuat.

Seringkali rasa tidak mengenakan saat healing crisis ini menyebabkan orang tersebut ingin mengkonsumsi obat lain (obat kimia konvensional),  misalnya ketika nyeri atau demam ingin diberikan analagetik/antipiretik. Padahal healing crisis tidak perlu diobati, namun di-support dengan asupan air dan buah segar serta istirahat agar tubuh mampu selesaikan proses healing crisis-nya tersebut

Healing crisis boleh dikatakan sebagai sensasi sakit yang mengarah kepada keadaan yang menyehatkan, karena tubuh sehat itu awalnya adalah detoks atau cleansing. Sedangkan kondisi sakit akibat intoksikasi itu adalah sensasi sakit yang diakibatkan kerusakan sel (sakit yang menyakitkan).Rasa sakitnya sama, tapi yang satu ke arah sehat (positif, regenerasi sel) dan yang satu ke arah sakit (kondisi negatif menuju kematian sel)

Terlepas dari apakah Anda setuju bahwa reaksi tidak mengenakan setelah mengkonsumsi herbal adalah proses healing crisis, atau Anda menyebutnya sebagai reksi efek samping, yang perlu Anda rasakan dan perhatikan adalah apakah setelah konsumsi herbal selama waktu tertentu tubuh Anda membaik atau tidak, apakah reaksi yang tidak mengenakan ini sifatnya sementara atau tidak hilang-hilang, sehingga setiap Anda konsumsi herbal selalu muncul. Jika ini terjadi Anda perlu berkonsultasi dengan dokter herbal atau terapis herbal Anda.

https://www.alodokter.com/komunitas/topic/healing-crisis

Bagikan ke teman dan keluarga: 

Pertanyaan yang masuk di redaksi konsultasi Halo Herbal

Ingin konsultasi dengan ahli herbal? dan Lihat pertanyaan lainnya →
Komentar dan Balasan Anda tentang artikel ini sangat berarti untuk kami agar makin berkembang dan memperbaiki tulisan-tulisan kami di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *