Kunyit Dan Temulawak Apa Perbedaannya?

Dipublikasikan: 13 April 2021
Penulis: Nanda

Meski sama-sama tanaman herbal dan memiliki betuk yang sama, tau ngga sih kalo kunyit dan temulawak itu memiliki perbedaan?

Kunyit Temulawak
Kunyit Temulawak

Ketika kunyit dan temulawak dilihat dengan kasat mata sangat memiliki persamaan. Menurut klasifikasinya mereka sama-sama tumbuhan yang berasal dari keluarga Zingiberaceae dan memiliki genus Curcuma. Namun, mereka memiliki spesies berbeda yaitu Curcuma domestica untuk kunyit dan Curcuma zanthorrhiza untuk temulawak.

Apa Saja Perbedaan Kunyit dan Temulawak Dari Segi Fisik?

  • Warna

Dari segi perbedaan warna apabila dibuka kulitnya, temulawak memiliki warna kuning atau jingga. Sedangkan kunyit memiliki warna yang lebih pekat dari temulawak. Kadar kuning yang dimiliki oleh kunyit biasanya dimanfaatkan untuk pewarna makanan, seperti kari, opor, hingga nasi kuning.

  • Rimpang

Apabila ditaruh secara berdampingan, kalian sudah bisa menemukan beberapa perbedaan temulawak dengan kunyit. Meskipun memiliki warna kulit yang mirip, sama-sama kuning tua atau cokelat kemerahan, mereka memiliki bentuk yang dan berbeda ukuran. Temulawak memiliki ukuran lebih besar dan bulat, sedangkan kunyit lebih ramping dan lonjong.

  • Batang dan daun

Selain dari warna dan rimpang, kita bisa membedakan dari segi bentuk tanamannya. Apabila dari bentuk batang memiliki kesamaan yaitu batangnya berbetuk semu, namun perbedaannya adalah dari segi ukuran. Temulawak bisa tumbuh hingga 2 meter, sedangkan kunyit lebih pendek, yaitu 1 meter.

Segi bentuk daun mereka memiliki kemiripan yang dimana bentuk daunnya lebar. Ukuran daun kunyit dan temulawak bisa mencapai 18cm. Hanya saja memiliki panjang yang berbeda. Temulawak memiliki panjang sekitar 50-55cm, sedangkan kunyit hanya memiliki panjang sekitar 31-83cm.

Setelah mengetahui perbedaan dari segi bentuk, kedua tanaman ini memiliki khasiat untuk kesehatan bagi tubuh.

Apa aja sih perbedaan dan khasiat dari kunyit dan temulawak?

Kunyit

Kunyit bukan hanya sekedar rempah-rempah, tetapi juga sebagai bahan obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit. Kandungan curcuma longa pada kunyit sangat memiliki segudang manfaat, seperti:

  • Masalah Menstruasi

Asupan suplemen kunyit dapar membantu meringankan rasa sakit akibat menstruasi hal ini sudah sudah diteliti bahwa sifat analgesik yang dimiliki oleh kunyit bekerja untuk mengurangi nyeri di beberapa bagian tubuh. Kandungan curcumin pada kunyit dapt menghambat produksi hormon prostaglandin yang menyebabkan peradangan dan rasa nyeri pada saat haid.

  • Masalah Kulit

Kunyit sudah digunakan selama berabad-abad dan dipercaya sebagai obat alami untuk gangguan kulit. Sifat anti-inflamasi yang dimiliki oleh kunyit dapat mengobati berbagai kondisi kulit seperti gatal, eksim, juga gatal akibat alergi. Tidak hanya itu kandungan Curcuma longa yang ada pada kunyit dapat membantu mengurangi rasa gatal akibat penyakit ginjal kronis.

  • Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan kondisi dimana terjadi peradangan kronis pada sendi akibat kerusakan pada tulang rawan. Kondisi ini merupakan jenis peradangan arthritis atau peradangan sendi. Kunyit berguna untuk mengurangi nyeri pada osteoarthritis. Penelitian menyatakan bahwa kandungan curcuma longa dosisnya sama seprti obat kimia yang fungsinya mengatasi penyakit sendi.

Temulawak

Faktanya temulawak tidak kalah hebat dari kunyit. Sekitar 900 produk obat tradisional yang terdaftar lebih dari 80% memiliki kandungan temulawak. Berikut ini beberapa manfaat temulawak bagi kesehatan:

  • Mengatasi Masalah Sistem Pencernaan

Temulawak memiliki manfaat yang dapat merangsang cairan empedu pada kantung empedu. Hal tersebut dapat membantu dalam proses pencernaan dan metabolisme makanan dalam tubuh. Tidak hanya itu, temulawak dapat mengatasi perut kembung, meningkatkan nafsu makan, dan membantu menyembuhkan peradangan usus.

  • Menjaga Kesehatan Hati

Kandungan curcumin pada temulawak berperan sebagai anti-inflamasi untuk meredakan peradangan pada organ hati. menurutn Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI bahwa temulawak dapat memberikan proteksi atau perlindungan organ hati. Oleh sebab itu, temulawak sangat baik untuk dikonsumsi guna menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.

  • Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Salah satu cara menjaga kesehatan jantung adalah dengan mengonsumsi temulawak. Curcumin dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga stroke. Curcumin dalam temulawak dapat meingkatkan fungsi endotelium yang merupakan lapisan pembuluh darah. Mengacu pada hal tersebut, temulawak akan mengatur tekanan darah supaya tetap normal.

Bagikan ke teman dan keluarga: 

Pertanyaan yang masuk di redaksi konsultasi Halo Herbal

Rachel Maryam

Solusi herbal untuk sakit pinggang

Ditanyakan oleh: Rachel Maryam
Ingin konsultasi dengan ahli herbal? dan Lihat pertanyaan lainnya →
Komentar dan Balasan Anda tentang artikel ini sangat berarti untuk kami agar makin berkembang dan memperbaiki tulisan-tulisan kami di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *