Baca ini Sebelum Anda Memilih Obat Herbal!

Dipublikasikan: 7 April 2021

Apakah Anda sedang ingin berobat dengan herbal, namun bingung cara memilih obat herbal yang seperti apa? Apakah mau jamu godokan, atau herbal teh, serbuk kering, atau cairan, atau kapsul atau mungkin bentuk madu herbal?

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda bentuk seperti apa yang sebaiknya Anda pilih.

Seperti kita ketahui, di luaran sana banyak sekali obat herbal dengan bentuk sediaan yang berbeda-beda. Mulai dari madu herbal yang sedang ramai, kapsul yang lebih umum, bentuk teh yang masih populer, serbuk instan yang enak atau jamu godokan yang masih ada sampai saat ini. Mana yang ingin Anda pilih?

Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya Anda membaca artikel sebelumnya tentang hubungan ilmu fitokimia dengan mutu obat herbal untuk lebih membantu Anda memahami artikel ini.

Apabila Anda telah membaca artikel sebelumnya, tentu Anda telah paham bahwa apapun bentuk sediaan obat herbal yang akan Anda konsumsi, bagian yang dibutuhkan oleh tubuh adalah senyawa aktif yang ada di dalam herbal tersebut. Oleh karena itu Anda harus mencari produk herbal yang menerapkan pendekatan ilmu fitokimia dalam pembuatan produknya, karena ruang lingkup fitokimia meliputi hal-hal yang menyangkut upaya untuk mengetahui keberadaan senyawa-senyawa yang ada di dalam herbal hingga mengetahui apa khasiatnya untuk manusia.

Ruang lingkup fitokimia antara lain:

  • mempelajari struktur kimia senyawa-senyawa yang terdapat dalam tumbuhan, termasuk sifat fisika kimianya,
  • mempelajari bagaimana tumbuhan membuat senyawa tersebut, atau
  • bagaimana senyawa itu dibentuk dalam tumbuhan (biosintesis),
  • bagaimana metabolisme zat tersebut oleh tumbuhan,
  • tumbuhan seperti apa yang mengandung zat tersebut dan
  • mempelajari fungsi biologis senyawa tersebut untuk manusia.

Tentunya, produk herbal yang Anda akan pilih haruslah dibuat oleh Pabrik Herbal yang memiliki seorang ahli Fitokimia yang biasanya merupakan seorang Apoteker. Karena Apoteker atau Tenaga Farmasi telah dibekali ilmu fitokimia yang membantunya membuat obat herbal yang mengandung zat-zat yang berkhasiat dalam jumlah cukup untuk menimbulkan efek terapi. Walaupun banyak proses yang dilalui selama proses pembuatan obat herbal tersebut misalnya pengeringan, perebusan, penguapan dan lain-lain, namun zat fitokimianya diupayakan tidak rusak atau berkurang serta hasil akhir produk tetap mengandung sejumlah zat aktif yang cukup untuk menimbulkan efek. Untuk mengetahuinya harus dilakukan dengan pengujian fitokimia terhadap bahan baku ekstraknya.

Walaupun begitu, pembuat produk herbal yang tidak memiliki background farmasi pun sebetulnya sudah concern untuk mempertahankan zat yang ada di dalam produk yang mereka buat, misalnya penjual jamu gendong yang membuat produk jamu herbal sendiri. Untuk memastikan produknya berkhasiat, mereka juga memperhatikan suhu, lamanya pemanasan dan lain-lain agar zat fitokimia dalam bahan herbal tetap ada, walaupun pemeriksaannya hanya sederhana yaitu dari pemeriksaan organoleptis, meliputi bentuk, bau, rasa dan warna. Misal apakah aroma dan rasa jahe masih kuat, bau kencur masih terasa dan lain-lain.

Jadi apapun bentuk sediaan herbal yang Anda pilih, pastikan yang masuk ke dalam tubuh Anda masih mengandung zat aktif yang berkhasiat dalam jumlah yang cukup untuk membantu proses penyembuhan penyakit.

Baca ini Sebelum Anda Memilih Obat Herbal! - 1
Contoh bentuk herbal

Secara umum bentuk liquid atau cairan memiliki penyerapan yang lebih cepat dibandingkan dalam bentuk serbuk, granul atau padatan seperti tablet atau kapsul. Jadi bentuk jamu godokan, teh herbal, minyak herbal seperti habbats oil, VCO, minyak zaitun dan lain-lain, juga madu yang ditambahkan ekstrak herbal, serta serbuk instan yang telah dilarutkan dalam air, memiliki efek yang lebih cepat dari bentuk kapsul dan tablet. Meskipun begitu kelemahannya, rasa khas dari herbal seperti rasa pahit, pedas, sepat dan rasa khas dari herbal lainnya akan sangat terasa dilidah. Sedangkan bentuk kapsul dan tablet dapat menutupi rasa pahit atau tidak enak ini.

Pada akhirnya masing-masing bentuk sediaan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal Anda yang memutuskan lebih nyaman untuk menggunakan bentuk sediaan yang mana, apakah bentuk teh atau serbuk instan, karena minum sediaan bentuk ini Anda seperti merasa sedang tidak berobat, atau madu herbal karena lebih praktis dari teh, atau lebih suka dengan bentuk kapsul karena mudah dibawa dan dosis lebih pasti serta rasa tidak enak dari herbal bisa tertutupi. Yang jelas pastikan bahwa dosis yang Anda konsumsi dan lamanya terapi Anda penuhi agar khasiat dari herbal dapat muncul sesuai dengan yang Anda harapkan.

Salam Sehat

Bagikan ke teman dan keluarga: 

Pertanyaan yang masuk di redaksi konsultasi Halo Herbal

Ingin konsultasi dengan ahli herbal? dan Lihat pertanyaan lainnya →
Komentar dan Balasan Anda tentang artikel ini sangat berarti untuk kami agar makin berkembang dan memperbaiki tulisan-tulisan kami di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *